Demo Anti Perang Di As

Aksi demo menentang kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), George W Bush, mengguncang AS, Sabtu (27/1). Di Washington, Capitol Hill dikepung ratusan ribu pengunjuk rasa yang mendesak Kongres memangkas dana perang Irak dan menghentikan penambahan tentara sebagaimana diinginkan Bush. ”Jika Demokrat (yang kini menguasai Kongres) menyia-nyiakan periode ini, mereka tidak akan pernah mendapatkan kesempatan ini kembali,” kata Len Singer (74 tahun) yang harus menempuh perjalanan sejauh 300 kilometer untuk mengikuti demo.

Aksi yang disponsori United for Peace and Justice ini diikuti oleh sejumlah selebritis, veteran perang Vietnam, dan anggota Senat. Dari kalangan selebritis tampak aktor Sean Penn, aktris kawakan Jane Fonda, Susan Saradon, dan Tim Robbins. Hadir pula aktivis hak asasi manusia, Jesse Jackson. :foto :video

”Ketika kita berdiri di sini, saudara-saudara kita di Irak tengah sekarat,”’ kata Penn. Oleh karena itu, kita akan tetap berada di sini hingga dana bagi perang Irak dihentikan dan tentara AS kembali,” lanjutnya.

imageBagi Fonda, demo kali ini adalah aksi antiperang pertamanya sejak perang Vietnam. Menurutnya, pemerintahan Bush adalah pemerintahan yang bobrok dan membangkitkan kebencian.

”Saya tidak pernah berbicara dalam aksi demo antiperang selama 34 tahun. Tetapi menahan diri kini bukanlah satu pilihan,” kata Fonda berbicara dari sebuah panggung di National Mall, sambil menambahkan anak dan cucu perempuannya bersama dirinya. ”Saya bangga mereka berada di sini, tetapi saya juga sedih karena kita masih harus menggelar demo seperti ini dan tidak pernah belajar dari perang Vietnam,” lanjutnya yang langsung disambut hangat pengunjuk rasa lain.

Berbicara di panggung yang sama, anggota Kongres John Conyers mengancam akan menggunakan kekuasaan Kongres untuk menghentikan Bush. Sementara Moriah Arnold, pengunjuk rasa berusia 12 tahun, mengatakan kini seluruh dunia tahu bahwa AS tak lebih dari seorang pendusta dan tukang gertak. Siswa kelas enam itu mengatakan ia membawa petisi dari sekolahnya yang menentang perang Irak.

image”Sekarang kita semua tahu bahwa pemimpin kita telah membohongi kita atau menyembunyikan kebenaran. Karena dari aksi kita ini maka seluruh penjuru dunia memandang kita sebagai pendusta dan tukang gertak,” kata Arnold dari Massachusetts.

Aksi di Mall berlangsung damai. Teriakan ‘Our Congress’ terus terdengar di antara pengunjuk rasa. Mereka kemudian berjalan kaki menuju Capitol Hill, mengepung gedung Kongres itu, dan kembali ke Mall. Selama 30 menit, jalan-jalan disekitar Capitol Hill sempat dikuasai pengunjuk rasa. Aksi sejenis juga digelar di sejumlah kota di California seperti San Francisco, Los Angeles, dan Sacramento.

Aksi demo ini digelar bertepatan dengan pembahasan masalah keamanan Irak oleh Bush dan Perdana Menteri Irak, Nouri Al-Maliki, serta tewasnya tujuh tentara AS di Irak. Gedung Putih mengatakan dalam pembicaraan jarak jauh Bush-Maliki akan dibahas langkah-langkah menyukseskan upaya pengamanan Baghdad.

Situasi Irak sendiri terus memanas, terlebih menjelang digelarnya peringatan hari Ashura di kota suci Syiah, Karbala. Dua bom meledak di distrik New Baghdad, menewaskan sedikitnya 15 orang dan mencederai 50 orang lainnya. Sementara aksi penculikan menimpa delapan pegawai perusahaan komputer di Baghdad.

Swaramuslim

~ by deckie on 6 February, 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: