Vaksin Penyebab Autis

—– Original Message —–
From: Ellen
To: Sonny
Cc: Vero
Sent: Tuesday, March 04, 2008 9:58 AM
Subject: Vaksin Penyebab Autis

Vaksin penyebab Autis

Bisa di share kepada yang masih punya anak kecil supaya ber-hati2 … …..
Setelah kesibukan yang menyita waktu, baru sekarang saya bisa dapat waktu
luang membaca buku “Children with Starving Brains” karangan Jaquelyn
McCandless , MD yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh Grasindo.

Ternyata buku yang saya beli di toko buku Gramedia seharga Rp.
50,000,- itu benar-benar membuka mata saya, dan sayang, sayang sekali baru
terbit setelah anak saya Joey (27 bln) didiagnosa mengidap Autisme Spectrum
Disorder.

Bagian satu, bab 3, dari buku itu benar-benar membuat saya menangis. Selama 6
bulan pertama hidupnya (Agustus 2001 – Februari 2002), Joey memperoleh 3 kali
suntikan vaksin Hepatitis B, dan 3 kali suntikan vaksin HiB. Menurut buku
tersebut (halaman 54 – 55) ternyata dua macam vaksin yang diterima anak saya
dalam 6 bulan pertama hidupnya itu positif mengandung zat pengawet
Thimerosal, yang terdiri dari Etilmerkuri yang menjadi penyebab utama sindrom
Autisme Spectrum Disorder yang meledak pada sejak awal tahun 1990 an. Vaksin
yang mengandung Thimerosal itu sendiri sudah dilarang di Amerika sejak akir
tahun 2001.Alangkah sedihnya saya, anak yang saya tunggu kehadirannya selama
6 tahun, dilahirkan dan divaksinasi di sebuah rumahsakit besar yang bagus,
terkenal, dan mahal di Karawaci Tangerang, dengan harapan memperoleh
treatment yang terbaik, ternyata malah “diracuni” oleh Mercuri dengan
selubung vaksinasi. Beruntung saya masih bisa memberi ASI sampai sekarang,
sehingga Joey tidak menderita Autisme yang parah. Tetapi tetap saja, sampai
sekarang dia belum bicara, harus diet pantang gluten dan casein, harus terapi
ABA , Okupasi, dan nampaknya harus dibarengi dengan diet supplemen yang
keseluruhannya sangat besar biayanya.Melalui e-mail ini saya hanya ingin
menghimbau para dokter anak di Indonesia, para pejabat di Departemen
Kesehatan, tolonglah baca buku tersebut diatas itu, dan tolong musnahkan
semua vaksin yang masih mengandung Thimerosal. Jangan sampai (dan bukan tidak
mungkin sudah
terjadi) sisa stok yang tidak habis di Amerika Serikat tersebut diekspor
dengan harga murah ke Indonesia dan dikampanyekan sampai ke
puskesmas-puskesmas seperti contohnya vaksin Hepatitis B, yang sekarang
sedang giat-giatnya dikampanyekan sampai ke pedesaan. Kepada para orang tua
dan calon orang tua, marilah kita bersikap proaktif, dan assertif dengan
menolak vaksin yang mengandung Thimerosal tersebut, cobalah bernegosiasi
dengan dokter anak kita, minta vaksin Hepatitis B dan HiB yang tidak
mengandung Thimerosal.

Juga tolong e-mail ini diteruskan kepada mereka yang akan menjadi orang tua,
agar tidak mengalami nasib yang sama seperti saya. Sekali lagi, jangan sampai
kita kehilangan satu generasi anak-anak penerus bangsa, apalagi jika mereka
datang dari keluarga yang berpenghasilan rendah yang untuk makan saja sulit
apalagi untuk membiayai biaya terapi supplemen, terapi ABA , Okupasi, dokter
ahli Autisme (yang daftar tunggunya sampai berbulan-bulan) , yang besarnya
sampai jutaaan Rupiah perbulannya.

Terakhir, mohon doanya untuk Joey dan ratusan, bahkan ribuan
teman- teman senasibnya di Indonesia yang sekarang sedang berjuang
membebaskan diri dari belenggu Autisme.

“Let’s share with others… Show them that WE care!”

~ by deckie on 5 March, 2008.

2 Responses to “Vaksin Penyebab Autis”

  1. AUTISME & TRANSFER FACTOR
    [sumber:Transfer Factor book’s by Rita Elkins M.H.]

    Autisme mungkin di sebapkan oleh virus terutama virus Rubela yang menyebapkan sejenis demam/campak.

    Banyak penyelidik percaya bahwa pertentangan antara sistem imun yang muda dan belum matang dengan virus tersebut menyebapkan perkembangan Autisme. Disamping itu, beberapa kajian mengatakan bahwa autisme sebenarnya mungkin adalah reaksi tak normal terhadap vaksin virus hidup bagi anak-anak yang rentan yang mempunyai sistem imun yang belum matang.

    Perawatan Autisme dengan Transfer Factor

    20 orang anak-anak autistik yang dirawat dengan Transfer Factor tambahan, 21 anak menunjukan kemajuan tingkah laku dengan baik. 10 orang dari anak-anak tersebut bertambah baik dari segi emosi dan mental, cukup untuk membolehkan mereka memasuki sekolah aliran utama.

    Mengapa Anak-Anak Membutuhkan Transfer Factor?

    – Anak-anak memiliki sistem imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.

    – Anak-anak banyak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    – Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.

    – Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.

    – Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan sistem imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.

    – Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.

    – Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari Transfer Factor di dalam kehidupan mereka.

    – Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatan Transfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.

    – Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.

    – Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.

    – Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .

    – Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.

    – Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah,sehingga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak-anak terkena penyakit.

    Sumber : http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com/category/perawatan-anak-autis-dengan-transfer-factor/

    Semoga informasi ini bermanfaat.

    ryan & kenny
    0818.07183888
    021.94675666

  2. sebenarnya perlu gak sih vaksin hepatitis b?vaksin HiB?
    saya jadi takut,karena bulan ini jatah anak saya vaksin HiB..
    bulan kemarin hptitis b,gak lama panas tinggi dan akhirnya kluar seperti campak!pa itu gejalanya?
    saya tunggu jawabannya.trima kasih!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: