Merenungi Hujan

Hujan gerimis masih saja terus mengguyur Bogor sepagi ini. Dari malam tadi malah. Seolah tak peduli dengan jeritan kekesalan dan ocehan gerutu dari orang – orang yang merasa dirugikan dengan kehadirannya. Menjerit karena rumah mereka menjadi habis terendam dan seolah mengapung dalam lautan kepongahan sang air yg dibawa hujan. Ocehan gerutu, yang mungkin ini adalah level kecil dari luapan amarah, yang keluar dari mulut – mulut yang menjadi terkungkung dan merasa tak bisa bergerak dan maksimal berjalan memulai hari.+
Ahh..hujan memang kadang menjadi pongah dan tak beradab, dan tak berperasaan, itu rutuk hatiku yang hitam. “Tapi hujanpun membawa berkah kan? Bahkan dengan hujan banyak maksiat yang urung dilaksanakan” Komentar hatiku yang malaikat masih senang untuk menjaganya.

Kembali aku terpuruk oleh pilihan yang tak kunjung kupilih. AKankah kuhadapi hujan atau menunggu hujan habiskan pilihannya sendiri?

~ by deckie on 8 July, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: